1. Death Wish (Keinginan Mati)
“Andai aku tidak bangun lagi.”
“Capek hidup.”
Belum ingin bunuh diri.
Ingin berhenti dari rasa sakit, bukan berhenti hidup.
Sering dianggap “curhat biasa” → ini keliru.
Pesan edukasi:
Keinginan mati adalah lampu kuning, bukan drama.
2. Suicidal Ideation (Ide Bunuh Diri)
“Aku kepikiran buat mati.”
Terbagi dua:
Pasif:
“Kalau aku mati, mungkin semua lebih baik.”
Aktif:
“Aku ingin bunuh diri.”
Risiko meningkat bila disertai:
Pesan edukasi:
Pikiran bunuh diri bukan dosa pikiran, tetapi tanda otak sedang kelelahan berat.
3. Suicidal Intent (Niat Bunuh Diri)
“Aku benar-benar ingin melakukannya.”
Ciri penting:
Pesan edukasi:
Saat niat muncul, logika kalah oleh rasa sakit.
4. Suicidal Plan (Rencana Bunuh Diri)
“Aku tahu caranya, waktunya, dan tempatnya.”
Meliputi:
Ini fase DARURAT.
Pesan edukasi:
Rencana = alarm merah, bukan sekadar curhat.
5. Preparatory Behavior (Perilaku Persiapan)
Contoh:
Pesan edukasi:
Banyak orang “tampak tenang” justru karena sudah memutuskan.
6. Suicide Attempt (Percobaan Bunuh Diri)
Tindakan nyata untuk mengakhiri hidup.
Bisa gagal → bukan berarti risikonya turun.
Risiko percobaan ulang sangat tinggi.
Pesan edukasi penting:
Percobaan pertama adalah prediktor terkuat percobaan berikutnya.
7. Suicide (Kematian akibat Bunuh Diri)
Akhir dari proses yang bisa dicegah.
Hampir selalu melibatkan:
Bunuh diri bukan peristiwa, tetapi proses:
Lelah hidup → Pikiran mati → Niat → Rencana → Persiapan → Percobaan
“Orang yang ingin mati sebenarnya ingin rasa sakitnya berhenti.”
“Bunuh diri bukan soal ingin mati, tetapi kehilangan harapan.”
“Mencegah bunuh diri dimulai jauh sebelum percobaan terjadi.”