Masalah kesehatan yang umum terjadi pada usia lanjut bervariasi, salah satu diantaranya adalah masalah sendi/tulang. Orang lanjut usia sering beranggapan bahwa masalah sendi/tulang sebagai bagian dari penuaan normal dan merasa diri mereka sehat meskipun persendiannya nyeri.
Penyakit sendi/tulang yang umum terjadi pada usia lanjut diantaranya adalah osteoporosis, osteoatritis dan rheumatoid atritis. Berikut adalah penjelasan mengenai penyakit – penyakit sendi diatas :
Untuk mengatasi masalah sendi/tulang ini dianjurkan untuk berdiskusi dengan dokter untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kondisi individual dan juga memerlukan pendekatan yang holistik, termasuk gaya hidup sehat, pemeriksaan kesehatan rutin, manajemem stress serta diet dan nutrisi yang tepat. Berikut ini adalah nutrisi untuk mengatasi masalah sendi/tulang :
Kalsium adalah mineral utama dalam pembentukan tulang. Asupan kalsium yang cukup sangat penting untuk memelihara kesehatan tulang. Rekomendasi Asupan: Dewasa usia 51 tahun ke atas: 1.200 mg per hari. Sumber Kalsium: Produk susu (susu, keju, yogurt), Sayuran berdaun hijau gelap (brokoli, bayam), Makanan yang diperkaya kalsium (susu nabati, sereal), Sebuah penelitian di Journal of Bone and Mineral Research menunjukkan bahwa suplementasi kalsium dapat mengurangi kehilangan tulang pada wanita pascamenopause .
Vitamin D membantu penyerapan kalsium di usus dan penting untuk kesehatan tulang. Rekomendasi Asupan: Dewasa usia 51-70 tahun: 600 IU per hari. Dewasa usia 71 tahun ke atas: 800 IU per hari. Sumber Vitamin D: Paparan sinar matahari, Ikan berlemak (salmon, makarel, tuna), Makanan yang diperkaya (susu, jus jeruk). Studi dalam The American Journal of Clinical Nutrition menunjukkan bahwa kombinasi suplementasi kalsium dan vitamin D efektif dalam mengurangi risiko patah tulang pada lansia.
Protein penting untuk pembentukan kolagen yang merupakan bagian dari matriks tulang. Rekomendasi Asupan: Sekitar 0.8-1 gram protein per kilogram berat badan per hari. Sumber Protein: Daging tanpa lemak, unggas, ikan, Produk susu, Kacang-kacangan dan biji-bijian. Artikel di Osteoporosis International menyebutkan bahwa asupan protein yang cukup penting untuk memaksimalkan efek positif dari kalsium dan vitamin D pada kesehatan tulang .
Magnesium dan seng juga memainkan peran penting dalam kesehatan tulang. Sumber Magnesium: Kacang-kacangan, biji-bijian, sayuran hijau, biji labu, Sumber Seng: Daging merah, kacang-kacangan, biji-bijian, produk susu. Penelitian di Nutrients menunjukkan bahwa defisiensi magnesium dan seng dapat mempengaruhi metabolisme tulang dan meningkatkan risiko osteoporosis .
Vitamin K penting untuk sintesis protein yang terlibat dalam mineralisasi tulang. Sumber Vitamin K: Sayuran berdaun hijau (bayam, kale, brokoli). Studi dalam The Journal of Nutrition mengindikasikan bahwa asupan vitamin K yang adekuat dikaitkan dengan kepadatan mineral tulang yang lebih baik .
Asam lemak omega-3 memiliki efek anti-inflamasi dan dapat membantu mencegah keropos tulang. Sumber Omega-3: Ikan berlemak (salmon, makarel, sarden). Biji rami, kenari, minyak ikan. Penelitian yang dipublikasikan di Osteoporosis International menyatakan bahwa asupan omega-3 yang cukup berpotensi mengurangi risiko patah tulang pada wanita lanjut usia .
Konsumsi garam yang berlebihan dapat meningkatkan ekskresi kalsium melalui urin. Keduanya dapat mempengaruhi penyerapan kalsium dan kesehatan tulang.
Daftar Pustaka :
Hunter, D. J., & Felson, D. T. (2006). "Osteoarthritis". BMJ, 332(7542), 639-642.
Smolen, J. S., Aletaha, D., & McInnes, I. B. (2016). "Rheumatoid arthritis". The Lancet, 388(10055), 2023-2038.
Osteoporosis: Kanis, J. A., McCloskey, E. V., Johansson, H., Cooper, C., Rizzoli, R., & Reginster, J. Y. (2013). European guidance for the diagnosis and management of osteoporosis in postmenopausal women. Osteoporosis International, 24(1), 23-57.